Posts

Showing posts from January, 2017

Upaya mempertahankan kemerdekaan melalui diplomasi, perjuangan fisik dan Upaya Pembebasan Irian Barat

Image
a. Diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan No Upaya Tempat dan waktu Tokoh yang terlibat Dampak yang ditimbulkan 1 Perjanjian Linggarjati 10 November 1946 di Linggarjati, Jawa Barat Sutan Syahrir (Indonesia) Prof. Scermerhorn (Belanda) Lord Killearn (Inggris) Pengakuan de facto Belanda terhadap Indonesia pada wilayah Jawa, Madura dan Sumatera. 2 Perundingan Renville 17 Januari 1948 di Kapal Renville milik Amerika Serikat yang berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Amir Syarifuddin (Indonesia) Abdul Kadir Widjojoatmodjo (Belanda) Frank Porter Graham (AS) Adanya garis van Mook yang membuat Belanda hanya mengakui Indonesia pada wilayah Jateng, Yogjakarta dan Sumatera, dan terjadi gencatan senjata, tetapi kemudian Belanda melakukan agresi yang ke-2. 3 Perundingan Roem - Royen 14 April 1949 di Jakarta Mr. Moh. Roem (Indonesia) Herman van Roijen (Belanda) Merle Co

Bagaimana peran aktif Indonesia dalam rangka turut menjaga ketertiban dan perdamaian dunia

Image
Peran aktif Bangsa Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia sudah berkomitmen untuk ikut menjaga perdamaian dunia yang abadi. Hal itu bisa dilihat dari pembukaan UUD 1945 alenia ke-4. Indonesia mengambil langkah pilitik luar negeri yang bebas aktif, sehingga dalam peraulan antar bangsa, Indonseia akan selalu mengambil bagian dalam upaya-upaya menjaga perdamaian dunia. Secara umum "bebas" berarti bangsa Indonesia mempunyai kebebasan dalam mengambil sikap serta pandangan pada persoalan-persoalan antar bangsa dan tidak terikat oleh pertentangan ideologis yang saling berhadap-hadapan. Sedangkan "aktif" mengandung arti bahwa Bangsa Indonesia selalu aktif dalam usaha-usaha pembinaan perdamaian dunia, baik dalam meja perundingan dan aksi perdamaian dunia lainnya, misalnya : pengiriman pasukan perdamaian di daerah konflik. Sebagai contoh upaya Indonesia dalam upaya perdamaian dunia. - Pada tahun 1955, Indonesia sebaga

Pernyataan Mohamad Hatta tentang sikap politik bangsa Indonesia untuk tidak berpihak kepada Blok Barat atau Blok Timur.

Image
Dalam pernyataannya Wakil Presiden Mohamad Hatta menentukan sikap Bangsa Indonesia yang tidak mau terjebak dalam arus politik internasional yang terbagi menjadi Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Bangsa Indonesia menyatakan tidak mendukung salah satu blok yang ada. Indonesia tetap ingin di posisi tengah dan tetap ingin menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif. Yang artinya “bebas” tidak mendukung blok tertentu atau terpengaruh oleh faham tertentu, sedangkan “aktif” melakukan kegiatan kemanusiaan dan misi perdamaian dunia. Mengapa Bangsa Indonesia memilih tidak mendukung salah satu blok. Karena pemberian dukungan kepada salah satu blok akan berakibat pada sikap politik luar negeri yang terbelenggu oleh kepentingan masing-masing blok. Sementara saat itu masing-masing blok berhadap-hadapan satu dengan lainnya untuk saling beradu kekuatan dan persenjataan yang mengancam perdamaian dunia. Sebagai negara merdeka, Indonesia haru

Faktor-faktor yang mendorong semangat wirausaha

Image
1. Faktor-faktor semangat wirausaha a. Dari dalam diri sendiri - Adanya kreatifitas yang tinggi sehingga mampu menghasilkan ide-ide baru yang untuk wirusaha - Mempunyai semangat untuk maju dan mengembangkan diri dalam bidang ekonomi - Keinginan yang besar untuk selalu belajar dan mengevaluasi hasil usaha yang dijalankan - Mampu menghadapi dan mengolah resiko yang mungkin terjadi selama menjalankan usaha b. Faktor dari luar atau lingkungan - Sumber daya alam yang melimpah bisa membuat kreatifitas muncul untuk mengembangkan usaha - Dukungan pemerintah dalam bentuk modal dan keterampilan bisa memunculkan keinginan berwirausaha. - Situasi keamanan dan kondisi ekonomi negara yang stabil juga bisa menjadi pendorong masyarakat untuk membuka usaha. 2. Keterkaitan lemahnya semangat wirusaha dengan produksi yang sulit bersaing yaitu : Wirausaha yang mempunyai semangat yang tidak besar menyababkan sedikitnya pelaku usaha yang mempunyai keinginan untuk memproduksi barang